Rabu, 14 November 2018

Asyiknya Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) di Riverwalk Boja

Pendidikan dan pembelajaran yang sesungguhnya ketika kita berada di lingkungan nyata. Materi dan pengajaran di dalam kelas memang sangat penting untuk menunjang teori yang ada, tetapi praktek pendidikan dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari juga tak kalah pentingnya. Untuk itu, pembelajaran di luar sekolah bisa menambah pengetahuan dan anak-anak bisa langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sabtu, 10 November TK Santa Theresia mengadakan kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) di Riverwalk Boja. Anak-anak sangat antusias, jam 07.00 sudah berkumpul di sekolah untuk persiapan menuju ke Riverwalk. Objek PLS kali ini sepertinya jarang terdengar sebelumnya, memang Riverwalk merupakan tempat wisata baru yang mengedepankan creative dan cocok untuk anak-anak. Setelah berdoa dan mendengarkan pengarahan dari guru, anak-anak langsung bersiap untuk berangkat dan kali ini tidak boleh didampingi orang tua agar anak belajar mandiri. 

Lokasi Riverwalk Boja
  
Riverwalk terletak di Jl. Veteran, Nagadibolo, Boja, Desa Ngadibolo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51381 telepon (0294) 3670809. 
Untuk menuju tempat ini sangatlah mudah karena bisa dilewati kendaraan umum seperti mobil, sepeda motor maupun bus karena terdapat halaman parkir yang luas.
Riverwalk berada di sekitar persawahan sehingga para wisatawan dapat menjernihkan pikiran dengan pemandangan desa di sekitarnya.
River Walk berdiri dengan bangunan-bangunan yang bertema unik dan menarik minat para wisatawan, diantaranya adalah Main Gate yang bertemakan Santorini dari Yunani dengan bangunan-bangunan yang berkarakter Eropa, China, dan model Modern Tropis. Selain itu River Walk juga menyediakan penginapan Urban Camping Houstel yang mengusung konsep Camping dengan pemakaian outdoor toilet & bathroom. Untuk menuju ke Riverwalk anak-anak naik mobil angkutan isuzu berjumlah 4 untuk 4 kelas. Anak-anak merasa senang karena jarang naik angkutan umum bersama-sama teman sekelas dan bu guru.

Harga Tiket dan Jam Buka

Untuk masuk ke tempat wisata Riverwalk, kita cukup membayar Rp 60.000,00 untuk week end dan Rp 55.000,00 untuk week day dan kita bisa dengan bebas menggunakan berbagai macam fasilitas di dalamnya. Oiya, untuk tiket masuknya bisa ditukarkan eskrim lho. Riverwalk buka dari jam 10.00 - 18.00. Saat masuk ke lokasi, anak-anak diberi stiker dan ditempelkan di bajunya, sekaligus sebagai tanda sudah membayar tiket dan bebas menggunakan fasilitas yang ada.

Fasilitas di Riverwalk Boja 

Sesi pertama setelah ice breaking, anak-anak diajarkan untuk bercocok tanam, khususnya cara menanam bibit tanaman cabe. Meskipun terlihat sederhana, tetapi ini merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Anak-anak belajar menanam sendiri dengan tanah dan tanaman yang sudah disediakan. Nah, dengan pembelajaran cara bercocok tanam, anak-anak bisa langsung mempraktekannya sendiri. Untuk itu, sebagai orang tua jangan takut anaknya kotor ya, karena dengan kotor anak menjadi kreatif dan menambah pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.

Anak-anak menunjukkan hasil bercocok tanam

 Anak-anak mendengarkan pengarahan dari instruktur

Banyak fasilitas yang dapat dinikmati di Riverwalk Boja, yaitu Mini Water Park & Swimming Pool, Bird House Paradise, Noah Bahtera Animal House, Hotel & Resto, Indoor & Outdoor Best Learning. 

Setelah selesai bercocok tanam, anak-anak berkeliling ke Mini Zoo, salah satunya Bird House Paradise untuk melihat berbagai jenis burung dan bisa berselfie. Pengalaman yang bisa menambah pengetahuan anak dengan melihat langsung berbagai jenis burung dan hewan lainnya, seperti kelinci, kucing, dan sebagainya.

Bird House Paradise

Setelah berkeliling melihat berbagai macam hewan peliharaan, anak-anak juga diajak untuk menangkap ikan bersama. Ikan yang sudah berhasil ditangkat dapat dibawa pulang sehingga membuat anak-anak menjadi bangga dan senang.

Nah, sekarang waktunya berenang di mini waterpark. Di sini ada 2 jenis kolam dengan ketinggian 20 cm dan 50 cm jadi cocok untuk anak-anak sambil bermain dan menikmati mini slide, water canon, jungkat-jungkit, dan lingkin bucket. Anak-anak terlihat senang bisa menikmati wahana permainan dan fasilitas yang ada di Riverwalk.

 Noah Bahtera

Warung Holiday

Bird House Paradise
sumber: http://www.riverwalkboja.com

Mini Waterpark

Setelah puas berkeliling dan berenang di Riverwalk, anak-anak menikmati makan siang di resto.

 Makan siang bersama di resto


Pukul 13.00 anak-anak sudah mulai bersiap-siap untuk pulang. Setelah puas belajar dan bermain di Riverwalk, anak-anak terlihat senang sambil membawa hasil bercocok tanam dan ikan yang mereka tangkap. Mereka bisa bercerita dengan orang tua di rumah tentang apa saja yang mereka lakukan dan dapatkan di kegiatan PLS hari ini. Ada yang senang berfoto dan selfie dengan berbagai hewan peliharaan, ada juga yang mungkin merasa takut memegangnya.

Selain pendidikan formal dan teori pelajaran dari sekolah, kita sebagai orang tua juga berperan aktif dalam perkembangan anak seperti bersosialisasi dengan lingkungan maupun kehidupan sehari-hari. Pembelajaran maupun praktek langsung dalam kehidupan sehari-hari merupakan pelajaran yang mudah untuk diingat dan merupakan pengalaman yang luar biasa. Misalnya, dengan bermain di luar rumah jangan khawatir anak akan terkena kotoran karena justru anak akan lebih kreatif meski terkena kotoran. Saat senang menulis dan menggambar mungkin anak akan lebih senang mencoret-coret tembok atau benda lainnya di rumah, jangan melarang anak karena dengan mencoret-coret di benda yang ada di sekitarnya anak akan terasah kreatifitasnya karena dia lebih senang dan bisa menikmati hasil kreasinya. JIka kita sedikit-sedikit melarangnya maka anak tidak bisa leluasa dalam mengaplikasikan kreatifitas dan bakatnya. Dengan menutup rumah rapat-rapat, menyuruh anak belajar di dalam rumah saja tanpa bersosialisasi dengan lingkungan dan melarang anak bermain dengan teman-temannya di luar akan membuat anak merasa dibatasi dan pelajaran yang didapatpun terbatas di sekolah dan di dalam rumah. Namun, dengan mengajak anak bersosialisasi dan bermain dengan temannya di luar rumah, maka anak akan mendapatkan pelajaran dalam kehidupan nyata serta belajar dari alam sekitar, yaitu bagaimana dia menghadapi orang-orang di sekitarnya dan cara bergaul dengan orang lain maupun cara menyelesaikan masalah. Akan tetapi, semuanya itu juga perlu pengawasan dan bimbingan dari orang tua agar anak dapat membedakan mana yang baik yang perlu mereka teladani dan mana yang tidak baik dan tidak seharusnya mereka lakukan.

Nah, melalui kegiatan PLS ini, sebagai orang tua pastinya sangat senang dan berterima kasih pada guru-guru yang telah sabar mendampingi dan membimbing anak-anak selama belajar di luar sekolah. Pembelajaran di luar sekolah merupakan hal yang penting agar anak-anak bisa mempraktekkan langsung di lingkungan dan kehidupan nyata. Dengan adanya Pembelajaran Luar Sekolah, anak-anak akan lebih mengetahui berbagai jenis binatang peliharaan dan tanaman yang tidak hanya mereka lihat melalui gambar dan teori saja. Mereka juga bisa mengaplikasikan kegiatan langsung yang tidak hanya didengar melalui cerita saja.

Selasa, 28 Agustus 2018

Aku Belajar Bersosialisasi, Berkreasi dan Berbagi di Sekolah

Saat sudah mulai memasuki kegiatan belajar mengajar yang efektif di sekolah, mungkin ada beberapa anak yang merasa bosan, tetapi banyak juga yang merasa menyenangkan dan nyaman, rasanya ingin masuk sekolah terus dan ini yang dirasakan anak saya, dia merasa nyaman dan senang dengan lingkungan di sekolahnya. Setelah pulang sekolah, dia sering menceritakan teman-temannya yang di kelasnya, seperti ada temannya yang bawa minum teh, dia ikut-ikutan membawa bekal minum teh, bercerita juga kalau temannya ada yang punya adik kecil, saat ada temannya yang jahil atau nakal juga diceritakan di rumah dan ada beberapa temannya yang bilang pengen main ke rumah dan juga bercerita tentang teman-teman akrabnya yang saat pulang juga saling menyapa dan melambaikan tangan. Memang, anak kecil itu polos dan jujur ya..

Di sekolahnya Edgar, hal yang membuatnya tidak bosan mungkin karena kelasnya berganti-ganti tempat, sehingga ruangan dan suasananya pun terkesan menarik dan tidak bosan dengan satu tempat saja. Selain itu, setiap hari Sabtu juga dikumpulkan jadi satu dengan kelas lain sambil diajarkan materi pengetahuan maupun Bina Iman. Baru satu bulan, Edgar sudah hafal dengan nama-nama teman sekelasnya dan juga saat berpapasan di jalan dengan teman dari kelas lain juga saling menyapa, sosialisasi antar teman di sekolahnya sudah terbentuk.

 Bunda Ana mengajarkan tentang sex education


Anak-anak memperhatikan saat dijelaskan mengenai sex education


Selain bisa bersosialisasi dengan banyak teman, di sekolah juga diajarkan untuk berbagi. Anak-anak diajarkan untuk mengumpulkan donasi bagi saudara kita yang terkena musibah di Lombok. Meskipun tidak banyak, tapi anak-anak sudah mulai belajar untuk berbagi dan memberi bagi yang membutuhkan. Di usia dini ini, pendidikan dan pengajaran yang tepat tentunya akan menjadikan anak-anak menjadi generasi yang baik dan takut akan Tuhan.

 donasi dari anak-anak untuk Lombok

Kegiatan Bina Iman

Di bulan Agustus ini, banyak masyarakat yang sibuk dalam memeriahkan HUT RI ke 73. Tak ketinggalan anak-anak di sekolahpun juga turut memeriahkan dengan acara lomba makan krupuk. Meski tak harus menang, tetapi dengan turut aktif dalam lombak, anak-anak sudah cukup senang. Sesampainya di rumah, pasti ada beberapa anak yang bercerita, tadi lomba makan krupuk, tapi krupuknya aku makan pakai tangan dipegangi. Dengan ceritanya yang PD dan bersemangat tentunya sebagai orang tua kita merasa lucu mendengarnya.

Lomba makan krupuk di sekolah

Tak hanya materi pelajaran yang didapat, anak-anak juga aktif mengikuti kegiatan extrakurikuler seperti komputer, vokal, renang, tari, dan lainnya. Dengan adanya kegiatan extra tersebut, anak-anak belajar untuk mengenal perkembangan teknologi seperti komputer dan kesenian serta olahraga lainnya. Hal ini yang membuat anak-anak nyaman dan tidak bosan untuk bertemu lagi dengan teman-temannya di sekolah sambil mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya. Dengan adanya extrakurikuler seperti seni tari maupun vokal, bisa merangsang anak untuk lebih kreatif, berkreasi, dan dapat mengekspresikan serta mengaplikasikan bakat mereka di dunia seni.


Kegiatan menari di kelas

Kegiatan yang dilakukan anak-anak mungkin terlihat biasa dan sederhana, tetapi bagi mereka adalah hal yang membanggakan dan dapat menjadi tempat untuk aktualisasi diri mereka di lingkungan sekolah dengan teman yang banyak.

Rabu, 25 Juli 2018

Aku Udah Sekolah Lho !!!


Aku udah sekolah lho!, itu adalah kalimat yang sering diucapkan oleh seorang anak yang sudah mulai memasuki usia sekolah pertama kali. Anak-anak biasanya merasa bangga dan senang saat mulai masuk sekolah karena merasa bisa sama dengan teman-teman lainnya yang memiliki rutinitas berangkat ke sekolah setiap pagi. Namun, terkadang saat masa-masa pertama masuk sekolah, beberapa anak yang terbiasa dekat dengan orang tuanya merasa sedih kalau tidak ditunggu dan rewel. Nah, ini dia hal yang cukup merepotkan dan melelahkan bagi guru-gurunya saat muridnya menangis, rewel, dan mungkin ada yang histeris dengan berteriak-teriak memanggil mama atau papanya.



Tanggal 16 Juli 2018, hari pertama masuk sekolah. 

Bagi orang tua yang anaknya baru memasuki usia TK pastinya sengaja meluangkan waktunya untuk mengantarkan anaknya masuk sekolah di hari pertama dan tentunya anak merasa sangat senang karena hal tersebut sebagai wujud perhatian orang tua ke anak. Hari ini di TK Santa Theresia Ungaran, hampir semua anak diantarkan atau didampingi oleh orang tua mereka. Ada beberapa yang sudah berani dan ada juga yang masih menggandeng mama atau papanya saat akan berbaris. Upacara penyerahan anakpun dimulai, sebagai simbol bahwa orang tua memberikan kepercayaan pada guru dan sekolahan untuk membimbing dan mendidik putra-putrinya.

Upacara penyerahan anak di TK Santa Theresia Ungaran

Pembagian Kelas

Hari Sabtu sebelum masuk sekolah, sudah ada pembagian kelas untuk TK - A. Tiap kelas terdapat 15 anak. Untuk tahun ini di TK Santa Theresia, kelompok A terdiri dari 4 kelas dan total kelompok A 58 anak. Kalau total PAUD, TK-A dan TK-B sekitar 100 an anak. Masing-masing kelas di TK - A diberi nama sayuran, yaitu Tomat, Terong, Kobis, dan Buncis. Kebetulan anak saya masuk di A3 Kobis. Hari Senin setelah upacara penyerahan anak, anak-anak berbaris sesuai kelasnya dan masuk ke kelas masing-masing. Setelah masuk kelas, Bu Guru mengajak bernyanyi bersama sambil memperkenalkan diri. Untuk kelas A3 Kobis dibimbing oleh Bunda Santi.

hari pertama masuk kelas di TK - A3 Kobis

Masa-masa MOS

Minggu pertama di sekolah diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).
Setiap pagi kumpul bersama, berdoa, bernyanyi dengan menggunakan gerakan. Masa-masa MOS diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sehingga membuat anak-anak tidak bosan dan merasa nyaman di sekolah.

Hari ke-2 sampai ke-5, anak-anak diperkenalkan mengenai kegiatan belajar mengajar dan ekstra kurikuler serta berkeliling ke lingkungan sekolah. Anak-anak tampak bersemangat dan ceria. Minggu pertama masuk sekolah diisi dengan kagiatan yang membuat anak-anak merasa senang dan nyaman agar bersemangat untuk belajar di sekolah.



Hari ke-6 anak-anak diajarkan mengenai makanan sehat dan setelah selesai mereka bisa menikmati makan bersama dengan sayuran dan lauk yang menyehatkan. Anak-anak hebat, makan sendiri dan selesai makan piring dan gelas kotor mereka bereskan sendiri. Guru mengajarkan agar anak-anak belajar mandiri dan bisa makan sendiri tanpa disuapi orang tua.

Pengenalan mengenai makanan sehat

Seminggu melalui masa MOS anak-anak merasa bersemangat untuk masuk sekolah dan tentunya dengan teman-teman barunya yang mulai diajak berkenalan di tiap kelas.

Minggu ke-2 masuk sekolah, anak-anak tidak boleh ditunggu orang tuanya. Hal ini mengajarkan anak untuk mandiri dan lebih fokus dengan pengajaran dari guru. Saya sangat setuju dengan hal ini, karena bisa mengajarkan anak lebih berani dalam menghadapi lingkungannya, mandiri, dan dapat mengajarkan anak untuk mengatasi masalah dan mencari solusi dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak mulai mempunyai teman akrab dan berusaha mencari teman baru dengan saling menanyakan nama temannya atau istilahnya berkenalan. Di kelas, khususnya di TK - A3 Kobis anak-anak hebat, tidak ada yang menangis di kelas itu semua berkat kesabaran Bunda Santi dalam menghandle dan membimbing anak-anak. Setiap pulang dari sekolah, dengan bangganya mereka menunjukkan hasil karyanya ke orang tua ataupun eyang mereka. Meski hasil karya bagi orang dewasa terlihat kurang sempurna, tapi hal tersebut membuat anak dan orang tua bangga karena hasil karya tersebut adalah hasil usaha mereka dengan kreativitasnya masing-masing.

"Ma, aku tadi diajari mewarnai balon, kata Bunda mewarnainya jangan keluar garis dan diwarnai sampai penuh!" Itulah perkataan anak saya saat bercerita mengenai kegiatannya di sekolah. Bukan hasil yang dilihat tapi prosesnya, yang terpenting bagi anak sudah mengikuti instruksi dan perintah yang sesuai dengan petunjuk guru itu sudah bagus. Hasil yang diperlihatkan sudah sesuai dengan instruksi bu Guru. Memberikan kata hebat, pintar, bagus ya hasilnya, itu akan membuat anak lebih bersemangat dan perkataan positif akan membangun pikiran positif juga untuk anak.
Jangan pernah berkata pada anak, gambarnya jelek, kok ga bisa sih, ini kan gampang kenapa ga bisa. Kata-kata yang negatif akan membuat anak merasa rendah diri dan mengurangi semangatnya dalam belajar.

Merobek kertas, hal yang mungkin terlihat mudah dan gampang bagi orang tua, tapi belajar merobek kertas dapat merangsang motorik halusnya.
Kegiatan ini mengajarkan anak untuk bekerja dengan tempo dan caranya sendiri, mendorong anak mengambil keputusan secara mandiri, mengenal minat, membuat target hasil untuk dirinya sendiri, dan yang terpenting mengasah kreativitas, sebab kegiatan ini dilakukan secara bebas serta tanpa tuntutan dari orang lain. Tugas dan hasil karya yang dibawa pulang dan ditunjukkan kepada orang tuanya mendorong semangatnya dan rasa percaya diri. Setiap hari anak pastinya selalu bercerita mengenai aktivitasnya di sekolah, bagaimana dengan teman-temannya, serta hal baru apa yang dia dapat di sekolah. Anak selalu bercerita jujur dan apa adanya, sebagai orang tua tentunya kita mendengarkan dengan baik apa saja yang dia ceritakan dan tanyakan hal-hal apa saja yang dia dapat di sekolah.

Akhirnya, guru dan lingkungan sekolah di TK Santa Theresia berhasil membuat anak-anak merasa nyaman dan bersemangat saat masuk sekolah. Setiap pagi, anak saya merasa bangga kalau ditanya tetangga, "Udah sekolah ya, sekolah dimana?"
Jawab anakku dengan bangga sambil senyum-senyum, "Santa Theresia, di Ngaran"

 Belajar mewarnai balon

 Selfie bersama teman-teman di TK-A3 Kobis

Belajar merobek kertas



Pujilah anak-anak Anda secara terbuka, cemaskan mereka secara diam-diam.
Semangat untuk menjadi orang tua bagi generasi cemerlang!

Kamis, 26 April 2018

Kartini's Day With Propan Semarang

Hari ini, Senin 23 April 2018...

Kami dari PT Propan Raya ICC Cabang Semarang memperingati hari Kartini.
Untuk pertama kalinya selama saya bekerja di Propan, baru kali ini ada event acara kartinian. Awalnya pas ngasih bocoran ke temen-temen kalau ada acara kartinian, ada beberapa yang merasa repot karena harus cari atau pinjem kebaya bagi yang ga punya, tapi ada beberapa juga yang antusias dalam mempersiapkan acara kartinian ini. Maklum, pamfletnya aja baru ditempet hari Rabu, terlalu mepet pengumumannya, karena ga terpikir juga untuk mengadakan acara ini, tapi karena dari pusat ngadain event kayak gitu makanya di cabang juga tak mau kalah dong..


Tujuan memperingati hari Kartini selain mengenang perjuangan Ibu Kartini, juga menjadi sumber inspirasi bagi karyawan untuk terus berprestasi dan memiliki keberanian untuk maju, menjadi lebih baik dalam karir tanpa harus menjatuhkan orang lain. Dengan adanya event kartinian ini, karyawan diharapkan agar lebih kompak dalam satu tim. Salah satunya dengan membuat yel-yel semangat Kartini, hal ini bisa mendorong para karyawan untuk berpikir kreatif dan menjadikan satu tim semakin solid dan kompak. 

Pada saat hari Senin ini, ga nyangka teman-teman sudah mempersiapkan kostum pakaian adat yang lengkap. Awalnya cuma mengira yang cewek hanya mengenakan atasan kebaya saja, tapi di luar dugaan semua mengenakan kebaya dengan bawahan kain batik/jarik. Untuk cowok, ada beberapa yang mengenakan pakaian adat lengkap seperti baju lurik dan blangkon. Ternyata semua karyawan menyambut acara ini dengan meriah dan bisa menunjukkan aktualisasi diri mereka. 

Jadi, tak hanya anak sekolah saja yang memperingati hari Kartini dengan pakaian adat atau kebaya, tapi untuk pertama kalinya Propan juga ngadain event kartinian untuk mengingat jasa dan perjuangan Ibu Kartini agar selalu menjadi sumber motivasi dalam bekerja.

Nah, dengan adanya antusias temen-temen, berharap kedepannya juga akan diadakan acara memperingati 17 Agustus. Event-event seperti ini bisa sebagai ajang aktualisasi diri para karyawan serta menjalin kekompakan dan kebersamaan dalam satu tim.

Kita penerus semangat Kartini...
terus maju untuk berkarya...
Kita penerus semangat Kartini...
akan selalu mengingat perjuangannya...

 Tim admin Propan Semarang


 Propan Cabang Semarang




Minggu, 25 Maret 2018

Happy Birthday EDGAR ....

Minggu, 18 Maret 2018..

Pagi ini kami menyiapkan makanan untuk perayaan ultah Edgar di sekolah minggu. Sebenarnya sih ultahnya tanggal 13 Maret, tapi lebih ramai kalau pas sekolah Minggu dan banyak temennya pasti lebih menyenangkan.
Sebelumnya saya sudah memesan kue tart di Endah tart cake. Edgar memilih karakter tayo karena dia suka menonton tayo di TV. Untuk snacknya, sudah kami bungkusi satu minggu sebelumnya dan makanan kami pesankan ayam crispy di Ayam Uleg dekat terminal Ungaran. Selain enak dan harganya terjangkau, anak kecil pasti suka dengan ayam goreng chrispy.

Sabtu sore, kue tart sudah diantarkan di Alun-alun Ungaran. Modelnya bagus dan lucu, rasanya pun enak dan lembut, ga kecewa udah pesen di Endah Tartc Cake Karangjati, Ungaran. Edgar senang sekali setelah melihat kue tart yang dia pilih.





Setelah selesai ibadah sekolah Minggu, kami pun menyiapkan kue tart dan lilinnya. Anak-anak pada suka, mereka mendekat ke kue tart karena penasaran melihat bentuknya yang lucu dengan karakter tayo. Setelah lilin ditiup sama Edgar, semua pada nyolek-nyolek cream kue tart nya karena penasaran.





Setelah berdoa dan make a wish, kami menikmati kue tart yang enak dan lembut. Anak-anak merasa senang karena dibagikan jajanan dan ayam goreng, serta bisa menikmati kue tart tayo.

Happy birthday  Edgar ganteng, semoga jadi anak pintar, taat pada orang tua, setia pada Tuhan, jadi orang yang sukses..



Selasa, 06 Maret 2018

Dolan Bareng Admin Propan Semarang di Bandungan

Minggu, 4 Maret 2018...

Hari ini cuaca cukup cerah, tidak mendung dan tidak terlalu panas..
Sudah satu bulan kami merencanakan untuk melakukan jalan-jalan atau piknik bareng satu tim admin Propan Semarang. Selain untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan satu tim kerja, kami juga bisa menikmati liburan bersama keluarga.

Kenapa sih perlu acara liburan bareng teman kerja apalagi satu tim?

Nah, terkadang ada sebagian yang berpikiran kalau lebih asyik liburan sendiri sama keluarga dan bisa sesuai kemauan kita untuk menentukan waktu dan objek yang akan kita tuju. Namun, jangan salah, kebersamaan bersama rekan kerja juga penting karena jika dalam satu tim terjalin kekompakan dan kedekatan yang akrab maka akan berpengaruh dalam hubungan kerja.

Contohnya ni, dalam bekerja terkadang kalau beda pendapat atau rekan kerja tidak cocok, maka akan berpengaruh juga dengan hasil kerja yang kurang maksimal dan juga lingkungan tempat kerja pun menjadi tidak nyaman, sehingga menyebabkan beberapa rekan kerja tidak betah berada dalam lingkungan tempat dia bekerja. Kan ga enak ni, kalau satu tim kerja aja ga cocok dan ga nyaman, padahal kan pekerjaan kita saling berkaitan dengan rekan kerja yang lain.

Jadi, liburan bareng itu penting lho... Pikiran jadi lebih segar, bisa refreshing bareng keluarga dan juga teman satu tim..

Untuk itu, kita tim Admin Propan Semarang ngadain dolan bareng dan memilih tempat yang dekat-dekat dulu, yaitu di Taman Bunga Celosia Bandungan dan Pemancingan Jimbaran..

Minggu pagi, sebelum kita berangkat, teman-teman pada kumpul dulu di rumahku, sambil menikmati nasi goreng 63..

 Lokasi Nasi Goreng 63

Pukul 09.00 kami langsung menuju ke Taman Bunga Celosia Bandungan.

Bagaimana menuju ke Taman Bunga Celosia?

Taman Bunga Celosia berada di kawasan wisata Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasi berada di kanan jalan, setelah gapura jalan sebelum menuju Gedong Songo.
Rute dari Semarang, langsung saja menuju ke arah Ungaran, sesampainya di SPBU Lemah Abang, ada pertigaan kanan jalan menuju ke arah Bandungan. Sesampainya di pasar Bandungan, lurus menuju jalan ke Gedong Songo, nah setelah gapura, kanan jalan kita sudah menemukan lokasi Taman Bunga Celosia. Parkir mobil berada di kiri jalan dan hanya dikenakan Rp 5.000, untuk parkir sepeda motor berada di halaman lokasi taman bunga.
Di depan parkir sepeda motor terdapat aneka jajanan dan kuliner dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, para pedagang juga mengenakan kaos seragam dari Taman Bunga Celosia.

Berapa sih harga tiket masuknya?

Untuk masuk ke lokasi ini, harga tiket cukup terjangkau, hanya Rp 10.000 per orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak. Cukup membayar tiket masuk, kita bisa sepuasnya berfoto-foto di dalam Taman Bunga Celosia. Tempat wisata ini sangat cocok untuk kalangan muda maupun keluarga yang mau berfoto selfie bersama. Selain menyajikan indahnya bunga, tempat ini juga memiliki spot keren untuk berfoto, seperti rumah hobbit, kincir angin Belanda, menara Eiffel, patung merlion Singapura, dan masih banyak lainnya.


 foto bareng Admin Propan Semarang

Wahana mainan dan fasilitas lainnya

Di tempat ini juga tersedia mainan anak, seperti ayunan, istana balon, dokar-dokaran, dan becak. Selain itu, terdapat fasilitas mushola, kamar kecil yang cukup bersih.


 berpose sambil naik dokar






Semakin siang cuaca cukup panas dan setelah puas berfoto bersama sambil jalan-jalan berkeliling taman, kami bersiap-siap untuk menuju ke pemancingan Jimbaran. Jalan menuju pasar Bandungan dan Jimbaran saat itu cukup macet, jadi kami langsung menuju pemancingan Jimbaran.

Tepat jam makan siang, kami menuju lokasi di pemancingan Suharno II. Di depan pemancingan terdapat dokar, sebagai gantinya tidak jadi naik kuda di pasar Bandungan, maka anak-anak akhirnya naik dokar dua kali putaran keliling jalan sekitar kampung di Jimbaran. Sekali putaran hanya Rp 20.000, cukup murah bukan?

Sambil menunggu ikan dibakar, anak-anak memancing di kolam ikan dengan hanya menyewa pancingan seharga Rp 5.000 dan mendapat makanan untuk ikan. Anak-anak cukup senang dapat melihat ikan banyak sambil memancing. Di tempat pemancingan ini, harga menunya cukup terjangkau karena dikelola oleh kelompok tani dari warga sekitar. Rasanya pun lezat tak kalah dengan menu di resto dan tempatnya memiliki ciri khas lesehan dekat dengan kolam ikan langsung.

Nah, liburan ga perlu mahal dan jauh kan, di lokasi dan tempat wisata yang deket-deket aja kita bisa menikmati kebersamaan bareng keluarga dan teman-teman..

Kedepannya perlu ni direncanakan piknik bareng ke tempat yang lebih menarik dan agak jauh. Berharap juga bisa ikut semua tim admin kita..Jangan lihat lokasi atau jauh dekat tempatnya, yang terpenting kebersamaan dan kekompakannya..


Senin, 26 Februari 2018

Liburan Bersama Keluarga di Kampoeng Kopi Banaran

Kampoeng Kopi Banaran, pasti sebagian besar sudah tahu tentang tempat wisata ini. Kampoeng Kopi Banaran merupakan wisata agro yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Kita bisa menikmati lezatnya kopi khas banaran di cafe. Selain itu, kita bisa jalan-jalan ke kebun kopi sambil menaiki kereta mini.

Lokasi

Kampoeng Kopi Banaran beralamat di Jl. Raya Semarang-Bawen KM 1,5 Bawen, Kabupaten Semarang. Untuk menuju ke tempat ini, kalau dari Semarang, bisa lewat jalan raya atau jalan tol. Jika kita melewati jalan raya, setelah terminal Bawen, lurus ada traffic light setelah jalan tol, kanan jalan. Kalau kita lewat jalan tol Bawen, langsung aja keluar dari jalan tol Bawen, nah Kampoeng Kopi Banaran terletak di pinggir jalan.


Tiket Masuk

Harga tiket masuknya cukup murah, per orang hanya dikenakan Rp 5.000,00. Ada beberapa fasilitas dan wahana mainan anak yang bisa dinikmati. Untuk menaiki kereta mini atau mobil mini kita cukup membayar Rp 75.000 per mobil sambil menikmati kebun kopi. Ada juga wisata naik kuda, hanya membayar Rp 35.000,00. Selain itu ada mainan anak seperti mobil-mobilan, istana balon, ATV, dan kolam renang.

Akhirnya pada tanggal 16 Desember 2017 hari Sabtu, saya dan keluarga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke tempat ini. Meskipun saya sudah tiga kali ke sini, tapi lebih menyenangkan sekarang karena bisa berkunjung ke tempat ini bersama keluarga, apalagi anak saya suka naik kuda. Ketagihan sampai dua kali






Kamis, 16 November 2017

Piknik Ga Harus Nunggu Kaya

Para Sahabat, kalau bicara soal piknik, kapan sih terakhir kalian piknik?
Berapa minggu atau berapa bulan sekali biasanya kalian jalan-jalan bareng keluarga? Ada yang bilang seminggu sekali untuk menghabiskan waktu weekend, ada yang sebulan sekali setelah gajian, bahkan ada yang mungkin setahun sekali setelah dapat THR. 

Piknik itu harus jauh dan butuh biaya banyak?
Siapa yang bilang?
Itu kan kalau piknik yang diadain di sekolah atau instansi perusahaan, tapi kalau piknik dan jalan - jalan sama keluarga ga harus di tempat yang jauh dan ga harus butuh biaya banyak. Jadi, kalau untuk keluarga diusahakan rutin misalnya 2 minggu sekali, atau sebulan sekali buat refreshing jalan - jalan bareng keluarga. Tujuan kita kerja dan cari uang kan untuk keluarga, kalau kita kerja tapi lupa sama keluarga ya percuma dong cari uang tapi ga bisa menikmati bersama keluarga.


Kenapa sih harus rutin piknik bersama keluarga?

1. Anak-anak bisa meluangkan banyak waktu bersama keluarga saat usianya masih balita sampai remaja. 
Di usia balita sampai SMP anak-anak bisa kita awasi, karena saat usia balita anak sering di rumah, dekat dengan orang tua, aktivitas setiap hari lebih banyak di rumah. Usia SD-SMP anak masih mudah diajak jalan-jalan karena kedekatan dengan keluarga masih erat. 

2. Di usia SMA ke atas, anak-anak lebih memilih komunitas seusianya.
Saat mulai SMA, biasanya anak-anak memiliki banyak teman dan komunitas seusia dengannya. Di usia muda, anak lebih memilih bermain bersama teman-teman seusianya daripada diajak piknik bersama keluarganya, mungkin alasan malu udah gede masak main sama ortu terus, atau karena sibuk melakukan kegiatan camping, ngeband, bahkan acara lainnya di kampus.

3. Sering main dengan pacar daripada dengan orang tua.
Bagi anak muda yang udah punya pacar, biasanya mereka lebih memilih menghabiskan waktu liburan untuk kencan sama pacarnya. Mereka lebih senang jalan-jalan, nonton bioskop, atau main ke rumah pacar daripada diajak pergi dengan keluarga besarnya. Hal tersebut wajar, karena di usia ini anak muda sedang mencari jati diri dan lagi seneng-senengnya jalan dengan pacar barunya.

4. Ketika sudah bekerja dan menikah, lebih mengutamakan anak dan istrinya.
Tidak disangka usia anak kita sudah dewasa dan kita sudah semakin tua, bahkan tidak bisa lari sekencang saat kita mengejar anak kita yang lagi main keluar rumah. Anak kita tidak bisa kita perintah dan diawasi seperti saat usia balita. Kini dia sudah dewasa, sudah bekerja dan bisa menentukan pasangan hidupnya sehingga akhirnya memiliki keluarga kecil. Di saat anak kita sudah memiliki istri dan anak, tentunya waktunya lebih banyak untuk istri dan anak mereka. Kita tidak bisa sesering mengajak mereka jalan-jalan dan piknik sewaktu masih seusia anak-anak. Kalaupun mau diajak pergi bersama kita, pastinya harus ijin istrinya dulu dan kalau tinggalnya dekat lebih mudah, tapi kalau sudah menikah tinggal di luar kota bahkan luar pulau tentunya untuk berkunjung menjenguk kita sebagai orang tuanya pastinya sudah jarang. Mungkin berapa bulan sekali atau setahun sekali.


Nah, dengan beberapa alasan di atas apakah kita masih bilang piknik nunggu ada uang banyak, nunggu kaya?
Ga kan? Mumpung anak kita masih kecil, belum menikah dan belum sibuk dengan keluarga kecilnya, kita atur liburan akhir pekan bersama keluarga. Selagi seusia anak-anak, kita bisa mengawasi perkembangan dan pendidikan untuk mereka. Dengan dekat dengan keluarga dan sering kita ajak main ke tempat yang baru, pastinya mereka setelah dewasa ga penasaran dan ga perlu nunggu teman-teman mereka yang mengajak mereka jalan-jalan. Karena ketika pergi bersama orang tua pastinya lebih memberikan pendidikan yang baik daripada bersama teman-temannya yang mungkin kita tidak tahu sifat dan pola didikan mereka positif atau tidak.

Ga perlu jauh-jauh dan ga perlu mahal. Liburan dimanapun tempatnya akan terasa sangat menyenangkan kalau kita nikmati bersama keluarga tercinta.

Alternatif tempat liburan setiap 2 minggu sekali:
1. Alun-alun kota
Setiap kota punya alun-alun dengan wahana mainan dan kuliner yang murah   dan tempatnya tentu tak jauh dari rumah kita

2. Mall
Di mall biasanya menyediakan fasilitas mainan untuk anak-anak. Selain wahana mainan, kita bisa berbelanja untuk keluarga dan menikmati kuliner yang ada


3. Tempat wisata sekitar rumah
Di setiap daerah tentunya punya tempat wisata yang mereka andalkan dengan harga yang terjangkau dan menyenangkan. Misalnya, di daerah Ungaran, kita bisa memilih tempat wisata Desa Wisata Lerep, Eling Bening, Cimory, dan wisata lainnya di Bandungan sambil berkuda.

Bermain mobil-mobilan di Eling Bening


 Museum Kereta Api Ambarawa

 Cimory

 Piknik PKK di Pantai Marina


Jalan-jalan di Sam Poo Kong

Alternatif tempat wisata setiap berapa bulan atau setahun sekali:

1. Tempat wisata di Jogja
Tempat wisata di Taman Pintar, Pantai, Malioboro, Taman Pelangi, Bonbin Gembira Loka. Tentunya pilih tempat wisata yang sesuai dengan usia anak kita dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga

Wisata bersama keluarga di Taman Pelangi dan Gembira Loka



Berwisata sambil belajar di Taman Pintar



2. Tempat wisata di kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Bogor, Jakarta
Alternatif pilihan tempat wisata di kota-kota besar ada banyak, baik di Jatim Park, Trans Studio, Taman Safari, Puncak, Taman Mekarsari Bogor, Ancol, Dufan, dan lainnya yang bisa dinikmati semua kalangan termasuk anak-anak.

Gimana para sahabat? Mulai sekarang yuk kita rencanakan waktu liburan untuk keluarga, kita buat jadwal liburan secara rutin dua minggu atau satu bulan sekali. Liburan atau piknik ga harus mahal lho, banyak tempat yang dekat dengan rumah kita dan harganya pun terjangkau..